Deskripsi
Bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Sulawesi Tengah pada tahun 2018 bukan hanya meruntuhkan bangunan fisik, tetapi juga mengguncang sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat. Di tengah kehilangan, trauma, dan keterbatasan, muncul kekuatan yang sering luput dari sorotan: solidaritas dan ketahanan komunitas itu sendiri.
Pilah Pilih Pulih merekam perjalanan pemulihan pascabencana yang tidak semata bertumpu pada intervensi pemerintah atau bantuan eksternal, melainkan berakar pada inisiatif, pengetahuan lokal, dan partisipasi aktif masyarakat terdampak. Buku ini menyoroti bagaimana warga secara kolektif “memilah” kebutuhan, menentukan prioritas, dan “memilih” jalan pemulihan yang paling sesuai dengan konteks mereka—baik dalam pembangunan hunian, pemulihan ekonomi, hingga penguatan kembali relasi sosial.
Melalui kisah-kisah lapangan, refleksi para pendamping, serta dinamika interaksi antara komunitas, pemerintah, dan organisasi kemanusiaan, buku ini memperlihatkan bahwa pemulihan bukanlah proses linier. Ia adalah perjalanan yang penuh negosiasi, konflik, pembelajaran, dan harapan.
Lebih dari sekadar dokumentasi, Pilah Pilih Pulih mengajak pembaca memahami bahwa pemulihan sejati tidak hanya tentang membangun kembali yang hilang, tetapi juga tentang menata ulang kehidupan dengan lebih tangguh, inklusif, dan berdaya dari dalam komunitas itu sendiri.


Ulasan
Belum ada ulasan.